Ancaman Gagal Ginjal Pada Anak, Novel: Bahaya Tersembunyi di Sekitar Kita

SEPUTAR NUSANTARA, SANGATTA – Dewasa ini, penyakit gagal ginjal tak lagi menghantui orang dewasa atau orang lanjut usia. Beberapa media nasional mengabarkan, banyaknya jumlah anak di Indonesia yang menderita penyakit gagal ginjal.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi Anggota DPRD Kutim, Novel Tyty Paembonan. Ia menyebut, ada beberapa faktor yang menyebabkan situasi ini terjadi. Salah satunya faktor lingkungan yang turut berperan dalam melonjaknya kasus gagal ginjal pada anak-anak.
“Salah satunya dari makanan yang mereka konsumsi,” singkatnya.
Novel juga buka suara soal faktor genetic yang mendasari ditemukannya penyakit ini pada anak-anak. Menurutnya, anak-anak yang lahir dari keluarga dengan riwayat penyakit ginjal berisiko lebih tinggi mengidap penyakit ini.
Namun situasi ini bisa dicegah dengan memberlakukan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) termasuk salah satunya memperhatikan apa yang dikonsumsi anak-anak. Novel meminta orang tua untuk bisa membatasi konsumsi makanan dan minuman dalam kemasan.
“Terutama makanan manis dan bersoda yang menjadi salah satu faktor utama kerusakan ginjal,” terangnya.
Berhadapan dengan ancaman penyakit ginjal pada anak, ia meminta Pemkab Kutim untuk bisa melakukan tindakan preventif. Salah satunya dengan membatasi iklan makanan dan minuman kemasa, khususnya makanan dan minuman manis.
“Pemerintah sedang menerapkan larangan terhadap promosi makanan dan minuman yang terlalu manis. Ini adalah bagian dari upaya untuk mencegah gagal ginjal pada anak-anak sejak dini,” pungkasnya.