
Seputar Nusantara – Beberapa hari lalu, puluhan guru membanjiri DPRD Samarinda dengan bantuan Mahasiswa. Mereka menyerukan klarifikasi Pemkot tentang kejelasan rencana pemangkasan untuk penerima insentif.
Di waktu yang bersamaan, perwakilan guru melakukan audiensi bersama Komisi IV DPRD Samarinda. Sementara guru lain melakukan penyampaian aspirasi di halaman gedung DPRD Samarinda.
Anggota Komisi I DPRD Samarinda, Joni Sinatra Ginting langsung menemui guru di halaman gedung DPRD untuk mendengarkan aspirasi tersebut.
Menurutnya, hal ini tentu tidak melangkahi tupoksi Komisi IV DPRD, karena sebagai wakil rakyat tentu harus merespon dan bertanggung jawab.
Joni menegaskan, akan turun tangan bila terjadi deadlock di dalam hearing dan audiensi guru bersama Komisi IV DPRD Samarinda.
Selain itu, Joni juga mengatakan, terkait Perwali nomor 8 tahun 2022 yang apabila dikaji ulang terdapat ketidakberpihakan pada guru, maka ini akan menyulitkan situasi bagi Pemkot sendiri.
Ia juga menghimbau, seiring meningkatnya alokasi dana PAD, maka guru juga perlu diberikan pertimbangan khusus dalam pemberian insentif selain memperhatikan infrastruktur saja.
“Harus diingat, guru ini pondasi kita masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur, dan juga Indonesia, bagaimana nanti negara ini bisa jauh lebih maju ketika orang-orang tidak kuat dengan pendidikan,” tuturnya.