
SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim sejak 2020 hingga 2023 cenderung terus mengalami peningkatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menunjukkan, setiap tahunnya pertumbuhan IPM di Kaltim rata-rata mencapai 0,98 persen setiap tahunnya.
Pada tahun 2023, IPM Kaltim tercatat di angka 78,20 poin. Mengalami peningkatan 0,84 poin dibanding tahun 2022. Kepala BPS Kaltim, Yusniar Juliana menerangkan, capaian peningkata IPM Kaltim merupakan kumpulan tiga dimensi.
“Umur panjang, dan hidup sehat. Lalu ada juga standar hidup layak,” kata dia.
Untuk menghitung dimensi umur panjang dan hidup sehat, digunakan indikator Umur Harapan
Hidup (UHH) saat lahir. Sedangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS) merupakan indikator yang mewakili dimensi pengetahuan. Selanjutnya, dimensi standar hidup layak diwakili oleh indikator Pengeluaran riil per kapita Disesuaikan.
Semakin membaiknya kinerja ekonomi masyarakat pada tahun 2023 menyebabkan meningkatnya capaian pembangunan manusia di Kalimantan Timur, khususnya pada indikator Pengeluaran riil per Kapita Disesuaikan yang tumbuh 4,44 persen dibanding tahun sebelumnya. Pengeluaran riil per Kapita yang Disesuaikan Penduduk Kalimantan Timur pada tahun 2023 sebesar 13,20 juta rupiah per kapita per tahun, naik sebesar Rp561 ribu per kapita per tahun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.