EkonomiKaltimSamarinda

Lonjakan Harga Cabai Rawit Dorong Inflasi, Pemkot Samarinda Siapkan Operasi Pasar Jelang Lebaran

Seputar Nusantara – Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan kewaspadaan terhadap kenaikan harga cabai rawit merah yang tercatat sepanjang Februari 2026 dan dinilai menjadi salah satu pemicu inflasi serta Indeks Perkembangan Harga (IPH) daerah saat Ramadan.

Asisten II Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri merupakan agenda tahunan yang harus ditangani secara serius dan terkoordinasi lintas sektor.

“Pengendalian inflasi saat Ramadan dan Idulfitri merupakan agenda rutin tahunan yang harus diantisipasi secara serius dan terkoordinasi,” ujar Marnabas.

Dua Faktor Pemicu Kenaikan Harga

Menurutnya, kenaikan harga cabai rawit merah di pasaran umumnya dipengaruhi dua faktor utama, yakni gangguan distribusi yang menyebabkan pasokan terbatas, serta dugaan praktik permainan harga atau penimbunan oleh oknum pedagang.

“Jika kenaikan disebabkan keterbatasan pasokan, maka distribusi harus segera diperkuat. Namun, jika ada indikasi permainan harga, intervensi melalui operasi pasar harus segera dilakukan,” jelasnya.

Karena itu, Pemkot Samarinda akan memfokuskan operasi pasar pada komoditas prioritas yang banyak dibutuhkan masyarakat menjelang Lebaran 1447 Hijriah.

Di antaranya beras termasuk program SPHP, gula, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi dan ayam, telur, cabai, bawang merah dan bawang putih, serta ikan tongkol dan ikan layang.

Pastikan Distribusi LPG dan Stok Pangan Aman

Selain bahan pangan, Pemkot juga meminta Pertamina memastikan distribusi LPG 3 kilogram berjalan lancar hingga tingkat pangkalan.

“Hal ini untuk memastikan tidak ada penahanan pasokan atau permainan oleh oknum agen yang dapat memicu kelangkaan dan lonjakan harga di masyarakat,” tegas Marnabas.

Sementara itu, ketersediaan stok pangan di Perumda Varia Niaga dan Bulog Samarinda dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Lebaran.

Pemkot Samarinda juga akan memperkuat pengawasan lapangan serta mempercepat pelaksanaan operasi pasar.

Pemerintah menegaskan tidak akan mentolerir praktik penimbunan maupun permainan harga.

“Sebagai tindak lanjut, kami segera menggelar inspeksi mendadak (sidak) pasar menjelang Lebaran Idulfitri,” pungkasnya. (*)

Back to top button