Jargon ‘Samarinda Kota Pusat Peradaban’ Dapat Dukungan dari Angkasa Jaya

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Jargon ‘Samarinda Kota Pusat Perabadan’ yang digaungkan di era kepemimpinan Wali Kota Samarinda, Andi Harun dan Wakilnya Rusmadi mendapat dukungan penuh dari Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Angkasa Jaya Djoerani.
Angkasa menekankan, kota peradaban adalah kota yang sudah maju dalam segala aspek kehidupan namun tetap beradab, dengan teknologi yang diterapkan dalam berbagai bidang.
“Walau memang bagi sebagian kita di daerah ini, pasti kalimat tersebut terasa sulit untuk diterapkan,” ujar Angkasa Jaya, Selasa (11/6/2024).
Meski demikian, ia masih tetap optimisi Samarinda dapat segera melakukan modernisasi.
Khususnya dengan bantuan para pendatang dari kota-kota besar yang mungkin lebih dulu dalam mengadopsi pola-pola kehidupan modern.
“Dengan begitu, nanti kita secara pelan tapi pasti, tentu akan mengadopsi pola kehidupan modern yang mungkin lebih dulu dipelajari mereka,” terangnya.
Ia menekankan bahwa peradaban adalah suatu masyarakat yang siap dengan segala bentuk perubahan.
Oleh karena itu, menurutnya, langkah pertama yang harus dilakukan pemerintah adalah membangun mindset dan sumber daya manusia yang siap.
Salah satu cara yang efektif untuk memulai adalah melalui lembaga-lembaga pendidikan, terutama di kalangan mahasiswa.
“Kita sudah memulai langkah-langkah kecil, seperti penerapan pembayaran non-tunai. Namun, masih banyak yang belum bisa menerima perubahan ini, dan itu menjadi tugas pemerintah,” tambahnya.
Angkasa juga menekankan pentingnya keselarasan antara pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, ketika pemerintah membangun fasilitas tetapi tidak membangun sumber daya manusianya, itu akan memberikan dampak buruk. Seperti tidak maksimalnya pemanfaatan fasilitas tersebut. (adv)