DPRD Samarinda

Sani Sebut Penuntasan Kemiskinan Ekstrem Membutuhkan Koordinasi Banyak Pihak

SEPUTAR NUSANTARA, SAMARINDA – Upaya penuntasan kemiskinan ekstrem menurut Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani Bin Husain membutuhkan koordinasi dan kolaborasi dari banyak pihak. Sehingga, ia memahami benar bahwa Pemkot Samarinda tidak bisa bekerja seorang diri.

Bahkan ia menyebut, selama ini Pemkot Samarinda terus berusaha untuk mendorong kesejahteraan bagi warga Samarinda. Hanya saja, diperlukan sinergitas dari berbagai pihak untuk mengejar target penuntasan kemiskinan ekstrem di Kota Tepian.

“Selama ini program-program Pemkot Samarinda lewat Dinsos (Dinas Sosial) sudah mengarah ke penurunan kemiskinan ekstrem. Sudah kami bahas di DPRD,” jelas Sani.

Namun, ia mencatat ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Mulai dari data yang menurutnya harus terus diperbaharui, hingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada.

Pembaharuan data akan mewujudkan data kemiskinan yang update. Sehingga dalam program pemberian bantuan, calon penerima merupakan orang-orang yang layak dan memang berhak untuk menerima bantuan tersebut.

“Pendataan itu kunci penting, karena jangan sampai bantuan yang ada diberikan kepada orang yang tidak tepat. Sementara yang benar-benar terkategori miskin ekstrem justru tidak merasakan manfaat dari bantuan tersebut,” sambung dia.

Untuk informasi, Presiden RI Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh daerah di Indonesia untuk bisa menuntaskan kemiskinan ekstrem sebelum tahun 2024 berakhir. Sehingga memasuki tahun 2025 nanti, jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia nol, alias nihil.

Back to top button