
Seputar Nusantara – Di Samarinda, masih banyak jalan berlubang dan rusak, antara lain Jalan Kartini, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Aminah Syukur, Jalan Pulau Sebatik, dan Jalan Mulawarman, menurut Angkasa Jaya, ketua Komisi III DPRD Samarinda. Angkasa mencatat berbagai potensi penyebab kerusakan jalan, antara lain fenomena alam dan memburuknya kondisi jalan akibat seringnya dilalui kendaraan alat berat. Harus ada daftar titik jalan yang rusak yang dilakukan dalam urutan prioritas.
“Kami juga sebenarnya mau mengusulkan Perda tentang lalu lintas alat-alat berat yang lewat di tengah kota. Itu harus diatur jadwal dan waktunya. Lalu ukurannya. Tapi kan tidak bisa langsung begitu saja. Harus kami bangun dulu koordinasinya,” ucap Angkasa.
Selain itu, Angkasa menyatakan bahwa harus ada anggaran tahunan untuk pemeliharaan jalan dan otoritas yang mengontrol jalan, seperti pemerintah daerah, pemerintah provinsi, atau negara bagian, harus lebih diperhatikan.
“Kalau misal yang rusak itu di jalan provinsi, berarti pemprov yang punya tanggung jawab. Kalau itu jalan kota, maka pemkot yang tanggung jawab. Itu harus diperhatikan. Kadang masalah jalan itu keluhannya masuk ke pemkot. Tapi setelah kami telusuri, ternyata jalan itu ranahnya di pihak lain,” ujar Angkasa.
Hero Mardanus Setyawan, Direktur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda, juga mengatakan akan segera memperbaiki lokasi jalan yang rusak.